Article View: cu.indonesia
Article #1122Re: MAKIN GENCAR, AKSI MENENTANG RUU KESELAMATAN NEGARA
From: wesewes
Date: Wed, 29 Sep 1999 00:00
Date: Wed, 29 Sep 1999 00:00
67 lines
3875 bytes
3875 bytes
This is a multi-part message in MIME format.
--------------A449AB947E6F503849F21865
Content-Type: text/plain; charset=us-ascii
Content-Transfer-Encoding: 7bit
Semua Timtim, Portugis, Aus adalah anjiiing
Indonesia sendiri sudah memberikan pembangunan selama 24 tahun dan per
tahunnya lebih 800 miliar. Padahal di Indonesia sendiri sedang masih
memerlukan dana untuk propinsi lain, pengorbanan besar (dari sejarahnya
Timtim selalu perang saudara, dan akibatnya malah merugikan Indonesia di
mata dunia). Terimakasih pun tidak. Dan apa yang anda dapatkan selama
dijajah portugis????
Anda Timtim atau sejenisnya, sekarang pergilah jauh-jauh dari Indonesia,
jangan bawa orang Timtim lagi ke Indonesia, atau jika ada orang Timtim
di Indonesia pasti akan aku jadikan makanan anjing, anjiiiiingg (pusing
gue)
Ini contoh pengamat Timtim yang pernah membacakan orasi tentang Timtim
pada HUT Institute Policy of Studies (IPS), dan beliau menyampaikan
pendapat Pejabat Dep Luar Neg Aus tentang Timtim dari posting
yeye617@indosat.net.id
---
Ini saya mengutip dialog antara Bilveer Singh (Pengamat Indonesia dari
National University of Singapura juga Penulis buku Timor Timur yang
diterbitkan Institute Policy of Studies) dengan pejabat senior
Departemen Luar Negeri Australia.
Pejabat Aus: Pak Singh dari segi publik, retorika, kami berharap opsi II
(kemerdekaan) menang karena kami orang Barat, kami mendukung hak asasi
manusia (HAM). Kami medukung demokrasi. Kami mendukung Ramos Horta, kami
mendukung Xanana, Fretilin, karena kami menganggap mereka ditekan oleh
Indonesia apalagi oleh tentara. Tetapi sebenar-benarnya (in realities)
kami berharap otonomi menang."
BS: Mengapa?
Pejabat Aus: Oh kalau otonomi menang kami tak menghadapi masalah lagi.
Dengan kekenangan opsi II kami jadi mempunyai beban dan kewajiban kepada
orang Timtim. Dari segi dana, dukungan diplomatik, pelatihan sumber daya
manusianya, kami rugi. Terlebih, selama 24 tahun mereka diberikan
pembangunan oleh Indonesia saja mereka tak berterimakasih, apalagi
kepada kami. Bahkan tak mustahil akan muncul semacam aborigine syndrme
(sindroma aborigin) yakni merka merasa diperlakukan sebagai warganegara
kelas tiga oleh Australia. Lihat saja perlakuan Australia terhadap Papua
Nugini. ("Habibie Melempar Bola Panas ke Tangan Australia" dalam HU
REPUBLIKA, 8 September 1999).
--------------A449AB947E6F503849F21865
Content-Type: text/x-vcard; charset=us-ascii;
name="wesewes.vcf"
Content-Transfer-Encoding: 7bit
Content-Description: Card for wesewes
Content-Disposition: attachment;
filename="wesewes.vcf"
begin:vcard
n:;yeye
x-mozilla-html:FALSE
adr:;;;;;;
version:2.1
fn:yeye
end:vcard
--------------A449AB947E6F503849F21865--
Technical Details
Message-ID:
<37F118AF.35B5C5CC@indosat.net.id>Path:
arc1-ca.pugleaf.net!unknown!not-for-mailReferences:
<37E0E1C2.95406799@indosat.net.id> <37e58b4c@readers.ip.pt>Show Full Headers
Complete Article Headers
X-Google-Language: INDONESIAN,ASCII-7-bit X-Google-Thread: 1100e6,52eb4b80e47d8212 X-Google-Attributes: gid1100e6,public X-Google-Thread: ff81f,52eb4b80e47d8212 X-Google-Attributes: gidff81f,public X-Google-Thread: 111597,52eb4b80e47d8212 X-Google-Attributes: gid111597,public X-Google-Thread: 115278,52eb4b80e47d8212 X-Google-Attributes: gid115278,public X-Google-Thread: f4e1d,52eb4b80e47d8212 X-Google-Attributes: gidf4e1d,public From: wesewes <wesewes@indosat.net.id> Subject: Re: MAKIN GENCAR, AKSI MENENTANG RUU KESELAMATAN NEGARA Date: 1999/09/29 Message-ID: <37F118AF.35B5C5CC@indosat.net.id> X-Deja-AN: 530612502 References: <37E0E1C2.95406799@indosat.net.id> <37e58b4c@readers.ip.pt> X-Accept-Language: en Content-Type: multipart/mixed; boundary="------------A449AB947E6F503849F21865" X-Trace: news 938615651 202.155.28.216 (Wed, 29 Sep 1999 07:34:11 GMT) MIME-Version: 1.0 Reply-To: wesewes@indosat.net.id NNTP-Posting-Date: Wed, 29 Sep 1999 07:34:11 GMT Newsgroups: cu.indonesia,alt.culture.indonesia,alt.sci.tech.indonesian,alt.soc.indonesia.mature,soc.culture.indonesia