Article View: cu.indonesia
Article #28PERPUSTAKAAN YANG PUNYA POJOK KHUSUS UNTUK BUKU TENTANG IBU KOTA
From: ono.iswand
Date: Tue, 23 Dec 2008 07:14
Date: Tue, 23 Dec 2008 07:14
110 lines
6835 bytes
6835 bytes
Teras rumah Betawi Bapang itu amat teduh dengan atap bagian muka rumah yang rendah dan dihiasi ukiran Gigi Balang. Di balik pagar kayu yang mengelilingi teras itu ada empat kursi kayu yang mengelilingi sebuah meja bundar di sebelah kanan dan pengaturan yang sama di sisi yang lain. Rumah yang biasa ditemui di kampung adat Betawi ini berada di lantai delapan gedung yang menjulang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ini memang bukan rumah tinggal betulan, melainkan sebuah ruangan di Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpumda) Provinsi DKI Jakarta di Gedung Nyi Ageng Serang. Yang khas Jakarta dari Ruangan Koleksi Khusus Jakarta ini bukan sekadar desain interiornya tapi juga isinya. Sesuai namanya, ruangan yang dirampungkan sekitar 2001 ini menyimpan koleksi perpustakaan yang bertema kota Jakarta dan budaya Betawi. Perpustakaan Perpumda DKI Jakarta memiliki tugas memberi perhatian khusus terhadap koleksi cetak dan audiovisual dengan muatan dan tematema lokal. Ruang koleksi ini memang sengaja dibuat dengan gaya rumah adat Betawi agar lebih kental dengan atmosfer Jakarta dan bisa menarik perhatian pengunjung. Menurut catatan Perpumda, ada 570 judul buku yang keseluruhannya berjumlah 1980 eksemplar di ruangan seluas lapangan bola voli tersebut. Banyaknya eksemplar memang jauh melampaui jumlah judul sebab ada satu judul yang terdiri lebih dari satu eksemplar bahkan ada yang mencapai 25 eksemplar. Dari seluruh koleksi ruangan tersebut, bisa dibilang karya Adolf Heuken SJ. yang paling banyak memenuhi rak-rak buku. Selain pembahasan soal sejarah kota Jakarta zaman kolonial, Heuken juga mengulas sejarah mesjid, gereja, dan klenteng tua serta perkembangan kawasan Menteng. Perpustakaan ini memiliki beberapa seri buku sejarah Jakarta milik Heuken yang agak sulit dicari meski tahun terbitnya baru lima tahun silam. Salah satu koleksi seri ini yang unik adalah buku Sumbersumber Asli Sejarah Jakarta 1513- 1619 yang memuat naskah tua soal Jakarta dalam aksara Sunda dan Jawa, serta bahasa Portugis dan Belanda disertai terjemahannya. Selain buku sejarah zaman kolonial, banyak pula buku Jakarta di era modern misalnya saja memoar hidup di Jakarta yang dijalani penikmat jalan-jalan asal Kanada, Jeremy Allan, dalam bukunya Jakarta Jive, A Story of Survival in a City of Upheaval. Sisi metropolis Jakarta juga bisa ditemui dalam beberapa buku kumpulan foto Jakarta dan canda renyah Benny dan Mice dalam buku karikatur Lagak Jakarta. Tak cuma buku `serius' yang memenuhi ruangan ini. Berbagai buku fiksi dari penulis lokal dan mancanegara juga melengkapi koleksi ruangan ini sebut saja karya Firman Muncato, Alwi Shahab, Ridwan Saidi, Remy Silado, Agnes Jessica. Layaknya kota Jakarta yang semenjak dulu kala sering dikunjungi orang asing, karya novelis mancanegara juga meramaikan ruangan khusus ini. Ada kisah reaktor nuklir di pesisir utara Jakarta karya penulis asal Australia, Kerry B. Collison, dalam novel Jakarta, dan cerita seputar korupsi dan kekerasan berlatar Jakarta yang ditulis Alan Brayne dalam Jakarta Shadows. Di luar koleksi terbitan partikelir ini, koleksi selebihnya merupakan terbitan Pemda DKI Jakarta mulai dari kumpulan peraturan daerah hingga buku Djakarta Through The Ages dengan desain yang terbilang kelewat modern untuk buku yang terbit pada 1969. Meski statusnya perpustakaan yang dikelola pemerintah daerah, pengelolanya cukup adil karena koleksi ruangan khusus ini tak melulu berisi yang bagus dan manis soal Jakarta. Mereka memasukkan juga seri Jakarta Undercover milik Moammar Emka yang bercerita soal potret buram kehidupan malam ibukota. Di salah satu rak juga bisa ditemui pemaparan Subhan S.D. soal kriminalitas kota dalam buku Danger Zone; Jalan, Perempatan, & Kawasan Rawan di Jakarta yang diterbitkan Gagas Media. Telaah dan kritik kebijakan mengenyahkan becak dari Jakarta yang kontroversial dalam buku Abang Becak, Sekejam-kejamnya Ibu Tiri Masih Lebih Kejam Ibukota yang ditulis Yoshifumi Azuma juga bisa ditemui di sini. Selain buku, ada pula koleksi musik dan film tradisi pernikahan khas Betawi dan beberapa film dari aktor kawakan tanah Betawi, Benyamin S. Pengunjung bisa meminta pustakawan memutarnya pada seperangkat peranti home theater. Ketika Tempo melongok daftar hadir ruangan khusus tersebut, paling tidak ada 50 orang berkunjung setiap bulannya. Mayoritas pengunjung memang masyarakat umum dan mahasiswa. Salah satunya adalah Feliana, 22 tahun. Mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanegara ini tengah mengerjakan skripsinya soal pembangunan pusat kebudayaan Betawi. Karena tak banyak literatur seputar kota Jakarta di perpustakaan kampus, Feliana berkunjung ke perpumda setelah mengetahui keberadaan perpustakaan tersebut di situsnya. Ia benar-benar terkejut saat menemukan ada ruangan koleksi khusus Jakarta. Tanpa buang waktu ia menelusuri buku demi buku di ruangan tersebut untuk mencari lokasi dan bentuk yang pas untuk bangunan pusat budaya itu. "Informasinya cukup banyak membantu pengerjaan skripsi saya," ujarnya. Feliana mengaku sangat gembira ada ruangan khusus untuk buku soal Jakarta. Meski sangat tertarik meminjam koleksi ruangan khusus ini, Feliana terpaksa gigit jari sebab semua koleksi di ruang yang buka mulai pukul sembilan pagi hingga pukul delapan malam ini tidak boleh dipinjam. Pengunjung hanya bisa membaca di tempat atau jika perlu dapat memfoto kopi dengan biaya sekitar Rp 150 per lembar. Terpaksa ditetapkan begitu karena kalau hilang kami sulit mencari gantinya. Buku langka dan bagus memang harus dirawat baik-baik. Informasi : 021 526 3249
Technical Details
Message-ID:
<e4edd124-b506-4bb1-9db6-9df5f0a5e55d@z28g2000prd.googlegroups.com>Path:
arc1-ca.pugleaf.net!g2news2.google.com!postnews.google.com!z28g2000prd.googlegroups.com!not-for-mailShow Full Headers
Complete Article Headers
X-Google-Thread: 111597,74b9c305cdaf631f,start X-Google-Attributes: gid111597,domainid0,public,usenet X-Google-Language: INDONESIAN,ASCII-7-bit Path: arc1-ca.pugleaf.net!g2news2.google.com!postnews.google.com!z28g2000prd.googlegroups.com!not-for-mail From: "ono.iswand" <Ono.iswand@gmail.com> Newsgroups: cu.indonesia Subject: PERPUSTAKAAN YANG PUNYA POJOK KHUSUS UNTUK BUKU TENTANG IBU KOTA Date: Mon, 22 Dec 2008 23:14:49 -0800 (PST) Organization: http://groups.google.com Lines: 110 Message-ID: <e4edd124-b506-4bb1-9db6-9df5f0a5e55d@z28g2000prd.googlegroups.com> NNTP-Posting-Host: 125.160.169.84 Mime-Version: 1.0 Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1 Content-Transfer-Encoding: 7bit X-Trace: posting.google.com 1230016490 25168 127.0.0.1 (23 Dec 2008 07:14:50 GMT) X-Complaints-To: groups-abuse@google.com NNTP-Posting-Date: Tue, 23 Dec 2008 07:14:50 +0000 (UTC) Complaints-To: groups-abuse@google.com Injection-Info: z28g2000prd.googlegroups.com; posting-host=125.160.169.84; posting-account=bpnQogoAAABO3RZgrgrzseYJgtuNlcjE User-Agent: G2/1.0 X-HTTP-UserAgent: Mozilla/4.0 (compatible; MSIE 6.0; Windows NT 5.1),gzip(gfe),gzip(gfe)