🚀 go-pugleaf

RetroBBS NetNews Server

Inspired by RockSolid Light RIP Retro Guy

1 total messages Started by Hangtuah Digital Library Sat, 21 Mar 2009 17:24
NASI kebuli masakan khas Betawi?
#37
Author: Hangtuah Digital Library
Date: Sat, 21 Mar 2009 17:24
58 lines
4150 bytes
Nasi Kebuli, dari Tradisi ke Rumah Makan

Tidak mudah mengiyakan tanpa menjelaskan tradisi di sekitar nasi
kebuli. Sebab, bukan hanya etnis Betawi atau orang Indonesia yang
mengenal nasi kebuli, tetapi juga negara lain seperti di Malaysia. Di
beberapa kampung di Distrik Pahang dan Kuala Lipis, misalnya, nasi
kebuli juga disajikan pada setiap acara peringatan Maulid Nabi atau
pada acara tradisi setempat.

Hal serupa berlangsung di Jawa Timur, di Kampung Arab Empang dan
Lelongok, Bogor, Jawa Barat, serta Masjid Keramat Luar Batang, Jakarta
Utara. Acara diawali shalawat, lalu melantunkan riwayat nabi, disusul
ceramah sejumlah ulama sebelum akhirnya sampai pada acara makan nasi
kebuli bersama.

Di Indonesia, resep nasi kebuli diperkenalkan orang-orang Kerala,
India. Karena kepiawaiannya memasak, mereka dibawa oleh para pedagang
dari Gujarat, India. Selain berdagang, orang-orang Gujarat yang
populer dengan sebutan sebagai orang Koja ini juga menyebarkan agama
Islam dan tradisi mereka, termasuk makan nasi kebuli bersama.

Kehadiran orang-orang Koja kemudian terdesak oleh kedatangan para
pedagang dari Yaman Selatan yang juga membawa resep nasi kebuli.

Menurut Wahyuni Mulyawati dan Ilse Harahap dalam bukunya Hidangan
Betawi (PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2007), resep nasi kebuli
memang berasal dari Yaman Selatan atau Hadramaut. Namun, masyarakat
Betawi yang sudah lebih dahulu mengenal resep nasi kebuli dari orang
Koja tetap membuat nasi kebuli ala orang Koja.

Mereka menganggap resep nasi kebuli orang Koja yang lebih kaya rempah
lebih dekat dengan lidah orang Betawi. Sampai sekarang, peranakan
Hadramaut Betawi yang membuka warung nasi kebuli lebih banyak memilih
resep orang Koja ketimbang resep asalnya. Karena lekat dengan tradisi
Betawi, nasi kebuli akhirnya diakui sebagai masakan Betawi.

Tahun 1960-an, nasi kebuli tidak hanya disajikan pada acara-acara
tradisi atau pada peringatan Maulid Nabi, tetapi mulai merambah ke
pasar. Dalam upaya bisnis ini tetap bertahan, porsi, rasa, dan
penampilannya pun diubah sesuai keinginan pasar yang berkembang.

Tempat populer
Saat ini masih ada beberapa warung nasi kebuli Betawi di Condet,
Jakarta Timur. Maklum, kawasan tersebut kini menjadi kantong peranakan
Hadramaut Betawi terbesar. Mereka awalnya tinggal di daerah Kebon
Pala, Tanah Abang, Jakarta Pusat; dan Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta
Timur. Sebagian lagi berasal dari Pekalongan. Beberapa warung yang
populer di sana adalah Restoran dan Catering Puas, Sate Tegal Abu
Salim, Warung Sewun, dan Restoran Al Mukala.

Di luar Condet, ada Rumah Makan Ibu Layla, Pondok Nasi Kebuli Ibu
Hanna di Jalan KH Abdullah Syafei Nomor 31 Jakarta Selatan, Restoran
Sinbad di Petamburan, Jakpus, dan Special Curry di Jalan Galaxi Raya
299A, Bekasi Selatan.

WIN
© 2008 - 2009 Kompas
http://resep.hangtuah.or.id
Thread Navigation

This is a paginated view of messages in the thread with full content displayed inline.

Messages are displayed in chronological order, with the original post highlighted in green.

Use pagination controls to navigate through all messages in large threads.

Back to All Threads