🚀 go-pugleaf

RetroBBS NetNews Server

Inspired by RockSolid Light RIP Retro Guy

1 total messages Started by Hangtuah Digital Library Tue, 24 Mar 2009 01:08
Sensasi Menu Hasil Laut
#69
Author: Hangtuah Digital Library
Date: Tue, 24 Mar 2009 01:08
109 lines
6857 bytes
Malam justru makin ramai

Malam mulai larut, tetapi Jalan Kali Mati, Jakarta Utara, hari Kamis
(13/11/2008) malam justru makin ramai. Tamu datang silih berganti
masuk-keluar warung penyedia makanan laut. Tatkala lewat depan warung-
warung itu, tercium aroma masakan hasil laut yang menggoda. Mari
nikmati sensasi masakan hasil laut yang sedap itu.

Makanan hasil laut tak pernah membosankan. Menyantap masakan jenis ini
tak harus di tempat yang harga makanannya mahal lho. Malah sering kali
kelas warung mampu menyajikan masakan yang nikmat.

Warung makanan hasil laut yang cukup tersohor berada di Jalan Kali
Mati (sekarang Jalan Hidup Baru), Jakarta Utara. Wilayah ini berada di
seberang Gedung Mangga Dua Square.

Di tepi jalan yang berada di seberang kali (sungai) kecil tersebut ada
sekitar 10 warung kaki lima yang menyajikan menu makanan laut. Tetapi,
kami memilih mampir di warung yang ke-10, Warung ”Seafood Mulyono 49”.

Pengelola warung ini amat cepat menyajikan masakan. Barangkali itulah
bedanya dengan deretan warung lain meski sama-sama menawarkan masakan
lezat.

Tak heran bila jumlah pengunjung ke warung ini lebih banyak dari
warung lainnya. Di sana terdapat meja-meja panjang berukuran masing-
masing empat meter berisi masing-masing 10 kursi, nyaris selalu penuh.
”Makan di sini murah. Rasanya juga lumayan enak,” ujar Marsugi yang
ditemui di warung itu.

Menu andalan warung ini adalah sajian saus padang. Saus padang
kepiting, saus padang udang, saung padang kerang, saus padang cumi,
serta saus padang ikan bawal.

Untuk mengejar pelayanan yang cepat, pengelola menggunakan lima wajan
dan mempekerjakan 36 orang. Juru masak dan asistennya semua lelaki,
amat cepat memasukkan bahan masakan dan mencampur bumbu ke dalam
wajan. Tangan mereka begitu cekatan meramu bumbu.

Setiap kali wajan isi cumi, kerang, atau kangkung bersentuhan dengan
bumbu, si juru masak mengaduknya. Api pun menyala besar dan ah...,
aroma sedap menyeruak pandangan dan penciuman kami yang tengah
menunggu masakan matang. Tak sampai lima menit, satu menu sudah
terhidang di depan mata.

Soal rasa memang tergantung selera, tetapi di lidah kami, rasa masakan
juru masak belia warung tersebut tak kalah sedap dibanding masakan
kelas restoran. Bedanya, di warung ini, harga makanan amat bersaing
dengan restoran. Seporsi cah kangkung, misalnya, hanya Rp 5.000. Udang
saus mentega Rp 19.000. Total harga makanan pesanan kami, seporsi
udang saus tiram, udang goreng, cumi tepung, kerang hijau goreng,
kerang hijau tauco, cah kangkung, tiga nasi putih dan tiga gelas air
jeruk hanya Rp 115.000. Murah bukan?

Muara Karang

Selain di Kali Mati, Jakarta Utara, yang berdekatan dengan laut
memiliki Pusat Jajan Muara Karang. Pusat jajan itu merupakan kumpulan
lebih dari 20 warung makan ala lesehan atau duduk di bangku biasa.

Pemilik warung umumnya hanya mau mengolah makanan, menyediakan nasi
putih, dan minuman. Pengunjung atau tamu harus membeli sendiri ikan,
udang, cumi, kepiting yang hendak mereka santap. Pemilik warung
mengutip biaya melayani tamu per orang Rp 6.000 (termasuk nasi
seporsi). Ongkos merebus kerang Rp 10.000, memasak udang saus padang
atau kepiting saus tiram masing-masing Rp 15.000.

Akan tetapi, kegiatan membeli hasil laut di pasar ikan amatlah
mengasyikkan. Disayangkan, kondisi pasar dan jalanan yang becek bisa
mengurangi animo pengunjung.

Di luar kelas warung, di Jakarta dan sekitarnya terdapat banyak
restoran berkelas penyaji makanan hasil laut. Kawasan Pluit, Jakarta
Utara, menjadi gudang restoran makanan hasil laut. Adapun Mal Kelapa
Gading, Jakarta Utara, menampilkan restoran hasil laut di tempat yang
ditata santai yang terasa romantis pada malam hari.

Di Jalan Pesanggrahan Raya, Jakarta Barat, Jalan Raya Ser- pong dan
Jalan Alternatif Trans Yogi, Cibubur, terdapat restoran penjual
kepiting yang nikmat.

Ada pula warung makanan hasil laut Bang Edot di tenda Jalan
Pesanggrahan Raya. Sekalipun kelas tenda, untuk bisa bersantap pada
jam makan malam, Anda harus antre. Warung tenda dan restoran umumnya
memiliki bumbu dengan ciri masing-masing. Bang Edot kental dengan
bumbu Jawa Timuran, misalnya sambal terasi.

Rajawali Restaurant di Jalan Muara Karang, Jakarta Utara,
menghidangkan menu hasil laut khas Manado dan Makassar. ”Kami punya
sambal bakar, sambal petis, dan saus mangga yang banyak dipilih tamu
karena rasanya segar,” kata Ny Lidya Tungka, pemilik Rajawali
Restaurant.

Bagi yang tinggal di Jakarta Selatan tentu cukup kenal Restoran Jun
Njan di Jalan Sultan Iskandar Muda No 35 D atau di Jalan Arteri Pondok
Indah. Restoran ini cukup langgeng diminati penikmat makanan hasil
laut dari generasi ke generasi.

Restoran Jun Njan boleh dibilang restoran hasil laut senior di
Jakarta. Restoran ini didirikan pasangan suami-istri Tjoe Foek Lim dan
Wong Njan Tjhoei tahun 1956 di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Restoran seafood dengan pendekatan masakan China ini memiliki banyak
cabang. ”Tapi dapurnya tersentral di Batu Ceper, Jakarta Pusat,
sehingga kualitas rasa terjaga puluhan tahun,” kata Lisdiana (56),
pengelola Restoran Jun Njan di Arteri Pondok Indah.

© 2009 Kompas
http://resep.hangtuah.or.id
Thread Navigation

This is a paginated view of messages in the thread with full content displayed inline.

Messages are displayed in chronological order, with the original post highlighted in green.

Use pagination controls to navigate through all messages in large threads.

Back to All Threads