๐Ÿš€ go-pugleaf

RetroBBS NetNews Server

Inspired by RockSolid Light RIP Retro Guy

1 total messages Started by Hangtuah Digital Library Wed, 25 Mar 2009 06:36
Godaan Nikmat dari Gondangdia
#71
Author: Hangtuah Digital Library
Date: Wed, 25 Mar 2009 06:36
86 lines
5764 bytes
Mi Godila

Gondangdia. Kawasan di Jakarta Pusat, itu lumayan sibuk terutama di
jam-jam makan siang. Pasalnya, di sepanjang jalan yang kini bernama
Jalan RP Suroso ini berjejer tempat makan yang menggoda selera.
Beberapa di antara rumah makan itu tak hanya diserbu karena
kenikmatannya tadi tetapi juga karena tempat itu menimbulkan
nostalgia.

Kawasan ini sejak zaman kumpeni beken sebagai kawasan elit. Kawasan
yang dulunya rawa dan perkebunan itu menjadi wilayah yang menghadirkan
warisan kuliner. Salah satu warisan yang hingga kini terkenal adalah
sebuah rumah makan berusia 40 tahun dengan menu mi-nya yang kondang.

Nama kedai ini pun mudah diingat sebab mengikuti nama jalan di masa
lalu, Mie Gondangdia. Banyak juga yang menyebutnya sebagai Mi Godila
(Gondangdia Lama) karena kedai ini aslinya memang terletak di Jalan
Gondangdia Lama 36.

Adalah Toe Wah Seng dan Lim Kwi Fong yang memulai usaha itu. Sebagai
imigran Hong Kong, Toe Wah Seng, sudah memiliki bakat meracik masakan.
Kenapa memilih mi? Tak ada alasan lain, mi adalah makanan tradisional
Tiongkok, negara asal mereka.

Wah Seng dan Kwi Fong memulai usaha mi-nya sebelum 1968, di
Tanjungpriok. โ€Opa dan oma yang memasak. Waktu itu rumah makan yang
dibuka rumah makan chinese-lah,โ€ kisah Rino Indra Chandika, cucu Wah
Seng dan Kwi Fong, yang kini melanjutkan usaha tersebut.

Entah mengapa, dari Tanjung Priok Wah Seng memindahkan usahanya.
โ€Karena Ibu saya pernah lama tinggal di Gondangdia, akhirnya mereka
mencari tempat di kawasan ini. Sebelum jadi tempat makan ini, tempat
ini udah berganti beberapa usaha. Yang saya tahu, waktu itu jadi toko
daging sapi. Trus jadi warung mi ini,โ€ papar Rino.

Keberadaan mi ini bersamaan dengan berkuasanya mantan Presiden RI,
almarhum HM Soeharto. Karena kawasan ini elit dan masyhur sebagai
tempat nongkrongnya remaja berpunya, tidak heran bila putra almarhum
Soeharto yaitu Bambang Trihatmodjo dan Tommy sering mampir ke warung
mi ini. Tak hanya mereka tapi anan-anak pembesar-pembesar zaman Orde
Baru doyan mencecap mi di sini.

โ€Di seberang, sebelah sana dulu, ada Radio Godila. Kalo enggak salah
tahun 1970-an. Ya, di daerah sini jadi tempat ngumpul. Apalagi ada
radio itu,โ€ begitu Rino berkisah.

Radio itu dan sebuah sekolah dansa ternama di sebelah kedai mi itu
sudah punah. Juga perumahan di kawasan itu yang sudah berganti menjadi
perkantoran. Tapi Mi Godila bertahan dengan bentuk warung sederhana
bercat hijau tua.

Kini, Mi Godila dapat ditemukan di cabang-cabang di WTC Mangga Dua,
Gedung Menara Kebon Sirih, Pulogadung Trade Centre, Mal Daan Mogot,
Alfa Pasarminggu, dan Mal Taman Palem di Cengkareng.

Bicara soal menu, yang paling dicari tetaplah mi ayam. Baik mi ayam
asin maupun mi ayam yamien. Mi yang belakangan disebut adalah mi manis
karena diberi kecap manis. Semangkuk mi ayam asin/yamien bakso pangsit
berisi segerombol potongan ayam kecil-kecil, dua pangsit basah, dan
tiga butir bakso sapi, dibanderol Rp 19.000. Sedangkan mi ayam polos
harganya hanya Rp 12.000.

Mi ini berbeda dengan mi yang biasa ditemui di beberapa rumah makan.
Mi di sini lembut tapi kenyal. Perpaduan itu tambah โ€seksiโ€ dengan
racikan bumbu opa dari masa lampau. Sulit mengatakan rasanya. Yang
pasti, begitu melahap mi ini, rasanya Anda ditarik kembali ke tempo
dulu.

Rino bersama keempat adiknya terus mengembangkan menu. Contohnya, Nasi
Goreng Spesial seharga Rp 25.000 yang patut dicoba. Sepiring nasi
goreng itu berisi nasi goreng nikmat bercampur telur ceplok, udang
goreng, dan chicken nugget plus kerupuk udang.

Ingin menu ayam lain yang bisa disantap bersama, ada ayam goreng
mentega yang renyah. Ayamnya digoreng kering dengan saus mentega
berbumbu rahasia. Ayam goreng ini jika dimakan dengan kucuran jeruk
limo, bisa membuat orang tidak berhenti makan.

Untuk melonggarkan tenggorokan di cuaca terik seperti sekarang ini,
coba cicipi es jeruk, es pala, atau es lidah buaya. Es jeruknya pas.
Tidak terlalu manis, tidak terlalu asam. Demikian juga es lidah
buayanya. Segggeeeeeerrr...

Pradaningrum Mijarto
ยฉ 2009 Kompas
http://resep.hangtuah.or.id
Thread Navigation

This is a paginated view of messages in the thread with full content displayed inline.

Messages are displayed in chronological order, with the original post highlighted in green.

Use pagination controls to navigate through all messages in large threads.

Back to All Threads