πŸš€ go-pugleaf

RetroBBS NetNews Server

Inspired by RockSolid Light RIP Retro Guy

1 total messages Started by Hangtuah Digital Library Mon, 06 Apr 2009 16:11
round t'clock
#73
Author: Hangtuah Digital Library
Date: Mon, 06 Apr 2009 16:11
57 lines
4358 bytes
Gurih Nasi Uduk 24 Jam Bang Muri

Tak banyak pedagang nasi uduk yang buka warung siang-malam tanpa
henti. Tapi warung nasi uduk Bang Muri setia melayani pelanggannya 24
jam dan buka setiap hari. Nasi uduk yang gurih dan daging empal yang
empuk serta kaya rasa selalu tersedia.

Jadi, bagi yang ingin menyantap nasi uduk betawi, kapan saja bisa
mengunjungi warung nasi uduk Bang Muri di Jalan Rawabelong, Jakarta
Barat. Lokasinya sekitar 100 meter dari pertigaan Jalan Palmerah Barat
dengan Jalan Rawabelong, ke arah Batusari.

Warung makan yang hanya berukuran kurang lebih lima meter kali empat
meter itu berada di seberang kios-kios pedagang bunga. Warungnya
terbilang sederhana, sepintas sama saja dengan warung makan pada
umumnya. Namun yang membedakan warung nasi uduk Bang Muri dengan
warung makan lainnya adalah menu makanan khas Betawi, seperti nasi
uduk dan lontong sayur lengkap bersama lauk-pauknya, dengan rasa yang
khas.

Warung Bang Muri biasa dijadikan tempat sarapan bagi warga sekitarnya.
Sementara pada siang hari sejumlah karyawan yang bekerja di
perkantoran di wilayah Rawabelong dan Palmerah juga banyak yang
singgah di warung tersebut untuk makan siang. Malam hari pun warung
Bang Muri kerap dipadati pengunjung. Karena buka 24 jam, warung
tersebut dijadikan salah satu tempat makan para karyawan yang bekerja
lembur.

Saat ini warung nasi uduk Bang Muri dikelola oleh Mutia (37), anak
ketiga Bang Muri. Selain mengelola, Mutia juga berperan sebagai koki.
Kepada Warta Kota, Mutia menyebutkan bahwa warung makannya memang
khusus menjual makanan asli Betawi. ”Kami juga menggunakan bumbu masak
alami,” katanya.

Mutia mengisahkan bahwa ayahnya Bang Muri sudah berjualan nasi uduk
dan lontong sayur sejak awal tahun 1980-an. Saat itu Bang Muri
menggelar dagangannya di pertigaan Rawabelong atau persimpangan antara
Jalan Palmerah Barat dengan Jalan Rawabelong. Selama sepuluh tahun
Bang Muri menjual nasi uduk dengan menggunakan gerobak dan hanya buka
pada pukul 16.00 hingga pukul 22.00.

Awal tahun 1990-an, Bang Muri akhirnya bisa menyewa sebuah kios untuk
dijadikan warung makan. ”Dari situlah ayah saya berjualan nasi uduk 24
jam hingga saat ini,” ujar Mutia yang juga menyebutkan bahwa sebelum
berdagang nasi uduk ayahnya pernah berdagang tanaman hias di
Rawabelong.

Lebih lanjut Mutia mengatakan bahwa saat ini dirinyalah yang
meneruskan usaha sang ayah. Resep nasi uduk ayahnya pun dia
lestarikan. Rasa nasi uduk yang dibuat oleh Mutia cukup gurih. ”Kami
selalu menjaga rasa gurih nasi uduk buatan kami. Santan yang
dicampurkan dengan beras saat memasak nasi uduk lebih banyak dan
kental sehingga rasa gurihnya sangat terasa,” tegas Mutia.

Mur
Β© 2009 Kompas
http://resep.hangtuah.or.id
Thread Navigation

This is a paginated view of messages in the thread with full content displayed inline.

Messages are displayed in chronological order, with the original post highlighted in green.

Use pagination controls to navigate through all messages in large threads.

Back to All Threads