🚀 go-pugleaf

RetroBBS NetNews Server

Inspired by RockSolid Light RIP Retro Guy

1 total messages Started by Hangtuah Digital Library Mon, 20 Apr 2009 19:40
Sebenarnya bukan kata makian
#93
Author: Hangtuah Digital Library
Date: Mon, 20 Apr 2009 19:40
44 lines
3664 bytes
Nasi Goreng Jancuk? Apa Itu?

Kata "jancuk" bukan sekadar kata makian bagi arek Suroboyo, tetapi
juga mengungkap keakraban. Namun, orang pasti mengernyitkan dahi jika
ada makanan diembel-embeli kata-kata umpatan itu.

Nasi Goreng Jancuk, suguhan unik dari Surabaya Plaza Hotel (SPH).
Dinamakan seperti itu bukan hanya karena rasa, porsi dan bumbu, tetapi
karena latar belakang pembuatannya.

Menurut penciptanya, Executive Chef SPH, Eko Sugeng Purwanto, pihaknya
menciptakan nasi goreng ini bermula ketika beberapa hari lalu dia dan
para department head SPH ngumpul bareng di cafe. Karena sedang lapar
berat, maka mereka meminta pada Eko Sugeng untuk membuatkan nasi
goreng yang berbeda dari biasanya.

“Saya benar-benar capek, sehingga sempat mengatakan ‘jancuk, aku sek
kesel’. Tapi, saya tetap membuatkan menu spesial itu,” tandasnya
kepada wartawan di Café Taman SPH. Dan, lalu lahirlah menu berbeda
yang diminta. Meski tampilan seperti nasi goreng biasa, bumbu, porsi,
dan penyajiannya bisa membuat orang misuh khas Surabaya.

Untuk bumbu dia menambahkan sambel terasi dan 20 cabai rawit. Lalu
disajikan di atas selembar daun jati untuk menciptakan aroma berbeda.
“Porsinya benar-benar big size dan bisa untuk 4-5 orang,” tutur Eko
Sugeng.

Tentu saja rekan-rekannya langsung bereaksi melihat menu yang tidak
disangka itu. Terlontarlah kata khas Surabaya itu ketika mereka
melihat porsinya. Mereka mengumpat lagi setelah merasakan pedasnya.
“Jancuk, kok pedes yo,” seru mereka kata itu.

“Dari situ kami memutuskan untuk menamai nasi goreng ini. Kami
melihat, di Surabaya baru kami yang menggunakan nama ini,” tukasnya.

General Manager SPH, Yusak Anshori mengutarakan, pihaknya tidak
khawatir akan dicerca orang lain dianggap menggunakan kata tidak
sopan. Menurutnya kata itu sudah menjadi tanda keakrabaan bagi arek-
arek Suroboyo dan Jatim. “Kalau diucapkan secara pas dan nadanya
tepat, sebenarnya bukan kata makian,” katanya.

sda
© 2009 Kompas
http://resep.hangtuah.or.id
Thread Navigation

This is a paginated view of messages in the thread with full content displayed inline.

Messages are displayed in chronological order, with the original post highlighted in green.

Use pagination controls to navigate through all messages in large threads.

Back to All Threads