🚀 go-pugleaf

RetroBBS NetNews Server

Inspired by RockSolid Light RIP Retro Guy

Article View: cu.indonesia
Article #130

Food Phobia

#130
From: Hangtuah Digital Library
Date: Tue, 09 Jan 2007 13:39
159 lines
10572 bytes
FOOD PHOBIA
(WES, Australia)

Dear Zeverina & Pembaca KOKI
Tulisan ini tidak berdasarkan ilmiah atau riset, melainkan sekedar
analisa seorang awam sebagai konsumen. Urusan makan minum di jaman
sekarang disatu sisi amat menyenangkan karena bukan sekedar menangsel
perut maupun melepas dahaga (sudah merupakan entertainment), tetapi
disisi lainnya menimbulkan rasa was-was dan ketakutan. Acara makan
minum dan masak-memasak sudah jadi lifestyle kehidupan dikota besar,
menjadi karangan berkesinambungan oleh Bondan Winarno dll, menjadi
acara TV dimana-mana diseluruh dunia modern.

Namun berbarengan dengan itu dimana-mana bertebaran berita Flu Burung,
Mad Cow, Keracunan makanan & minuman, Junk Food, Pesticide, Pupuk,
Formaline, Borax dan sederet bahan kimia tak layak dikonsumsi manusia -
yang tentu saja mengusik kenikmatan kita saat makan diluar maupun
didalam rumah sendiri. Bayangkan makan-minum di restoran mewah kelas
Fine Dining, restoran menengah a la carte maupun buffet style, restoran
Fast Food ataupun Hawker style sampai Kelas Warteg kayaknya tidak ada
yang 'betul-betul aman' - kita tak tahu bahan-bahan apa saja yang
dicampurkan kedalam makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Agar gorengan terasa gurih dan renyah/crispy, minyak sayurnya diberi
'korst'  ('ghee' ??) atau lemak hewan. Lagipula segala minyak
kalau dipanaskan biar yang asalnya tak jenuh akan menjadi jenuh. Dalam
keadaan dingin bisa benar non-cholesterol, tetapi begitu dipanaskan
akan berubah sifatnya. Bila melihat ada kuah atau sup yang bening
sekali, maka biasanya itu pertanda banyak MSG. Bila ada sirop gula
putih bening, tidak kekuning-kuningan ya pastilah gula
buatan.Kekuatiran itu bukan monopoli konsumen di Indonesia saja
melainkan sudah melanda seluruh dunia, hanya bedanya dinegara Indonesia
dan negara-negara berkembang lainnya keadaannya lebih parah ketimbang
di negeri maju, lambat pula antisipasinya bila terjadi kasus.

Berbagai desas-desus maupun berita resmi tersiar dimana-mana. Fast Food
Restaurant yang umumnya menyajikan makanan minuman Barat dituding
menyajikan junk food yang bikin kegemukan (obesity), kolesterol, darah
tinggi dan bermacam penyakit. Sejujurnya semua restoran apapun kelasnya
ada sisi junk food-nya, hanya saja di restoran mahal orang cenderung
makan-minum lebih sedikit porsinya dan jumlah pelanggannya lebih
sedikit, mungkin karena harganya mahal. Ya kalau daging sapinya
'wagyu' (Kobe Beef) jelas kandungan lemaknya sedikit.

Di restoran Buffet style, all you can eat membuat kecenderungan orang
makan-minum sebanyak mungkin karena merasa rugi bila cuma makan-minum
sedikit. Masakan Timur Tengah, Tionghoa dan India sarat bahan-bahan
pemicu Stroke, Kolesterol, Jantung, Darah Tinggi, Diabetes, Kegemukan
dan Gout. Dari bahan-bahannya sudah kentara : royal pakai minyak hewan,
daging berlemak dan jeroan, teknik memasaknya ada yang cepat dengan
panas tinggi (Tionghoa) atau overcooked (Timur Tengah dan India) yang
bikin berkurang vitaminnya.

Bikin bubur nasi diberi pengental 'abu' (biasa disebut 'kie).
Masakan Indonesia, Malaysia dan Thailand dimasak terlalu lama,
terkadang diinapkan dan dipanaskan berkali-kali, daging berlemak dan
jeroan, santan dan minyak kelapa jelas ikut andil membangkitkan
penyakit-penyakit diatas. Barangkali khusus masakan Indonesia, masakan
Sunda yang berupa lalaban sayur mentah atau rebus, banyak makan ikan
mas tetapi sedikit daging-dagingan (kecuali ayam) lebih menyehatkan -
hanya saja jeleknya sering disajikan bersama ikan asin.

Mungkin yang paling lumayan baik adalah masakan Jepang dan Korea. Cara
memasak mereka apik dan pemilihan bahan-bahannya ketat, lalu teknik
mengirisnya jadi sayatan-sayatan tipis membuat kita tak mengkonsumsinya
dalam jumlah banyak. Segalanya serba minim termasuk minyak gorengnya,
tetapi serba ada dan yang bikin membangkitkan selera adalah display
penyajiannya.

Bila suka dengan Wasabi, katanya itu bagus untuk penangkal 'racun'.
Entah benar atau tidak, konon orang Jepang yang suka kerja keras
(workalcholic) dan doyan minuman beralkohol (Sake, Hennessy, Johnnie
Walker, dsb) jarang yang kegemukan dan menderita Stroke, Darah Tinggi
serta "sejenisnya". MSGnya dibuat terbatas dengan cara mencampurnya
dengan garam meja, itu namanya 'ojishio' sehingga 'memaksa'
kita untuk tidak mengkonsumsinya berlebihan karena bakal keasinan.

Restoran-restoran menanggapinya dengan berbagai upaya : misalnya daging
ayam di'ungkep' lama sebelum digoreng menghindari bird flu. Ada
yang jual daging ayam skinless. McDonald memperkenalkan menu-menu baru
antara lain Salad. Ada yang ber promosi bebas MSG, pakai minyak goreng
Canola atau Olive Oil. Ada yang pakai teknik 'slow cooking'. Less
sugar atau zero sugar. Fat free. Non gluten. Dsb.dsb.

Tentu yang terbaik adalah memasak sendiri, belanja sendiri bahan
bakunya - tetapi itupun sesungguhnya tidak 100% terjamin. Apa sih
didunia ini yang 100% ? Baru-baru ini New York Health Board
mengeluarkan larangan penggunaan minyak yang mengandung TRANS-FATS
untuk menggoreng dan 'baking' (biskuit, pizza, crackers, pancake)
kepada Restoran-restoran maupun produsen makanan.

Dilarang pula menambahkan TRANS-FATTY ACIDS kepada produk makanan. Jadi
makanan nantinya tidak akan terasa gurih renyah seperti sekarang lagi.
Ah, apalah artinya itu - perasaan itu relatif, dulu sekali (jaman saya
kecil) sebelum kenal Trans-Fat makanan terasa enak juga kok. Macam
beras tumbuk, dulu nasi tidak terasa 'apek' biar masih banyak
mengandung bekatul - tetapi sekarang karena sudah terbiasa makan beras
'giling habis bersih' makan beras tumbuh terasa tak enak.
Sebetulnya itu cuma perasaan dan kebiasaan saja. Anjing saya karena
sering diberi makananku, jadi kurang doyan dog food.

Australia ternyata juga cepat tanggap, ikut-ikutan melarangnya. Entah
Indonesia, apa melarang juga dan bagaimana pengawasannya ? Dulu semasa
di Indonesia, saya sering mendengar iklan radio ada pabrik minyak
goreng yang meng-claim bahwa 'produknya adalah sahabat jantung
Anda'. Ha, ha, ha - lelucon macam apa ini ? Kok iklan menyesatkan
seperti itu diperbolehkan ?

Setahu saya, di Malaysia & Singapore iklan obat flu dilarang memakai
istilah 'menyembuhkan'. Soalnya flu itu tidak ada obatnya - jadi
hanya diperkenankan istilah 'meredakan' atau 'meringankan'.
Padahal di Indonesia ketika itu (entah sekarang) berani-beraninya
pabrik dan pedagang obat terang-terangan teriak 'menyembuhkan' dan
'cespleng'. Lucunya konsumennya kok mau-maunya mengamini.

Kembali ke masalah 'minyak goreng', biarpun sudah tidak mengandung
trans-fat - TETAP SAJA bila dipanaskan apalagi untuk 'deep frying'
atau 'panas tinggi' bakal menghasilkan 'TOXIC' alias
'RACUN' terutama memicu/meningkatkan bad cholesterol, darah tinggi
dan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu pakai seperlunya saja,
dalam jumlah sedikit minyak ada gunanya juga untuk melarutkan beberapa
jenis vitamin.

Sejak dulu isteri dan aku senang memasak meski tidak setiap hari dan
kami punya koki, namun kami senang travelling (kebetulan pekerjaannya
mengharuskan) maka dimana-mana selalu mencicipi berbagai makanan dan
minuman setempat. Memang tidak seluas, sehebat dan secanggih Bondan
Winarno, William Wongso atau Prof. Dr H.O.K. Tanzil. Agar bisa mencoba
banyak macam masakan dan minuman, kami cuma mengambil nasi sedikit
sekali lauknya yang bermacam-macam.

Ternyata cara makan seperti ini ada bagusnya, yaitu tidak membuat
kegemukan maupun diterpa berbagai penyakit serius. Lauk yang beraneka
ragam membuat vitamin dan mineral yang diserap beraneka pula. Kalau
sedang makan minum seorang diri, aku memilih makan nasi campur (rames),
lontong cap go meh, nasi cap cay, bento (Jepang) atau combo (Barat) -
all in one.

Kami makan-minum tidak sampai kekenyangan, karena bila membiasakan diri
terlalu kenyang maka masakan selezat apapun sudah tidak bisa dinikmati
lagi. Minumnya cukup air putih atau tea (sekarang sih kami pilih
'green tea') tanpa gula. Kami minum kopi sekali saja kala breakfast
- hanya sesekali satu cangkir lagi bila kebetulan ikut Seminar, Rapat
atau pesta. Cara makan minum yang serba sedikit sedikit, seperlunya dan
macamnya bervariasi serta tidak diulang-ulang setiap hari terasa banyak
manfaatnya. Tidak perlu diet-diet-an atau pantang ini itu, tidak takut
menyantap makanan, tak usah 'food phobia'.

Ada teman saya yang hidupnya serba ketakutan, begitu luar biasa
'menjaga' kesehatan, pantang ini pantang itu, terlampau
memilih-milih, kelewat disiplin (jam makan tepat, jam olah raga tepat)
-- kena juga penyakit ini itu dan ...... akhirnya mati muda. Kagak tahu
apakah dia mati karena penyakit atau karena kecemasan ! Maka HIDUP ITU
JANGAN KEKURANGAN MAUPUN BERLEBIHAN, BELAJAR MENIKMATI SECUKUPNYA SAJA.
MAKAN MINUM LAH DENGAN SUKA CITA, JANGAN DENGAN FOOD PHOBIA !

*******************
Penulis: Zeverina
© 2006 Kompas Cyber Media
Technical Details
Message-ID: <1168349976.486330.320910@38g2000cwa.googlegroups.com>
Path: arc1-ca.pugleaf.net!g2news2.google.com!postnews.google.com!38g2000cwa.googlegroups.com!not-for-mail

Show Full Headers
Complete Article Headers
X-Google-Thread: 111597,7da3a5276cce68f8,start
X-Google-Thread: 115278,7da3a5276cce68f8,start
X-Google-Thread: 1100e6,7da3a5276cce68f8,start
X-Google-Thread: ff81f,7da3a5276cce68f8,start
X-Google-Thread: f4e1d,7da3a5276cce68f8,start
X-Google-Attributes: gid111597,gid115278,gid1100e6,gidff81f,gidf4e1d,public
X-Google-Language: INDONESIAN,ASCII
Path: arc1-ca.pugleaf.net!g2news2.google.com!postnews.google.com!38g2000cwa.googlegroups.com!not-for-mail
From: "Hangtuah Digital Library" <hdl@hangtuah.or.id>
Newsgroups: cu.indonesia,alt.soc.indonesia.mature,soc.culture.indonesia,alt.culture.indonesia,alt.sci.tech.indonesian
Subject: Food Phobia
Followup-To: cu.indonesia, alt.soc.indonesia.mature, soc.culture.indonesia, alt.culture.indonesia, alt.sci.tech.indonesian
Date: 9 Jan 2007 05:39:36 -0800
Organization: http://groups.google.com
Lines: 160
Message-ID: <1168349976.486330.320910@38g2000cwa.googlegroups.com>
NNTP-Posting-Host: 202.155.90.92
Mime-Version: 1.0
Content-Type: text/plain; charset="iso-8859-1"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
X-Trace: posting.google.com 1168349984 3635 127.0.0.1 (9 Jan 2007 13:39:44 GMT)
X-Complaints-To: groups-abuse@google.com
NNTP-Posting-Date: Tue, 9 Jan 2007 13:39:44 +0000 (UTC)
User-Agent: G2/1.0
X-HTTP-UserAgent: Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US; rv:1.8.0.9) Gecko/20061206 Firefox/1.5.0.9,gzip(gfe),gzip(gfe)
X-HTTP-Via: 1.1 proxy:3128 (squid/2.5.STABLE11)
Complaints-To: groups-abuse@google.com
Injection-Info: 38g2000cwa.googlegroups.com; posting-host=202.155.90.92;
   posting-account=KTOidgwAAADVX--JTGhoPqIWuDY57wJk