🚀 go-pugleaf

RetroBBS NetNews Server

Inspired by RockSolid Light RIP Retro Guy

Article View: cu.indonesia
Article #78

Tidak Sekadar Pantai Anyer dan Carita

#78
From: Hangtuah Digital Library
Date: Wed, 07 Feb 2007 20:43
115 lines
7637 bytes
Potensi Kepariwisataan Banten
Ternyata Tidak Sekadar Pantai Anyer dan Carita

Banyak warga Jabotabek, di setiap pakansinya, mengisi waktu luang
dengan melancong ke Banten. Jalan yang mulus di poros tol Jakarta-
Serang-Anyer-Merak menyebabkan lalu lintas masyarakat yang ingin ke
Pantai Anyer, Pantai Carita, dan objek wisata spiritual Banten Lama
selalu padat setiap pekan.

    Begitu juga lalu lintas wisata Jakarta-Serang-Pandeglang-Labuan-
Carita, dan Jakarta-Rangkasbitung-Baduy, selalu lancar. Tapi,
sejauhmana daya tarik potensi kepariwisataan Banten?

    Jika Anda menanyakan itu kepada H Achmad Sari Alam, maka Ketua
PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Banten itu langsung
mengacungkan jempolnya. Itu berarti potensi kepariwisataan Banten
menarik dan sangat menjanjikan jika diolah secara profesional.

    "Saya bukan memuji potensi kepariwisataan daerah sendiri, tetapi
yang sesungguhnya ingin saya katakan adalah bahwa potensi
kepariwisataan dan budaya daerah ini memang indah sekali. Potensi
kepariwisataan Banten tidak sekadar Pantai Anyer, Karang Bolong, dan
Carita yang sudah telanjur dikenal warga Jabotabek. Tetapi juga ada
kawasan Baduy, pemandian Cikoromoi, dan banyak lagi lainnya," ujarnya.

    Ketika berbincang dengan Suara Karya di Kantor Menbudpar (Menteri
Kebudayaan dan Pariwisata) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, beberapa
waktu lalu, mantan Manajer Merak Beach Hotel - yang sekarang mengelola
Hotel Cilegon City - ini mengatakan, jika dibandingkan dengan potensi
budaya dan kepariwisataan Bali, maka potensi yang ada di Banten
sebenarnya tidak kalah.

    Memang, masing-masing daerah punya ciri dan keunggulan-keunggulan
tersendiri, dan ciri serta keunggulan itulah yang membuat Banten tidak
bisa dipandang enteng.

    Jika keunggulan Bali antara lain terletak pada ritual keagamaannya
dan Pantai Kuta, Pantai Lovina, dan budayanya, maka keunggulan Banten
antara lain terletak pada Badak Bercula Satu - yang di dunia ini
habibatnya hanya ada di Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang -
kemudian sisa-sisa keraton Surosowan di Banten Lama, Serang, dan Warga
Baduy yang bertahan hidup tanpa bersentuhan dengan modernisasi di kaki
Gunung Kendeng pedalaman Kabupaten Lebak. Selain itu, juga ada
kesenian Rapak Bedug di Kabupaten Pandeglang.

    Masih ada lagi keunggulan Banten yang pantas dibanggakan. Daerah
yang letaknya relatif dekat dengan Ibu Kota Jakarta ini juga memiliki
potensi pantai yang landai seperti terlihat di Carita, Pandeglang,
Anyer di Serang, Salira Indah di Bojonegara (Serang), Bagedur di
Malingping, Banten Selatan, Lebak, dan Pantai Merak di dekat Pelabuhan
Merak, Cilegon. Daerah Cilegon juga memiliki kawasan wisata industri
baja di lingkungan industri besi baja PT Krakatau Steel. Kawasan
wisata itu sekarang sudah dilengkapi dengan sarana perhotelan
berbintang, area permainan golf dan kolam renang berstandarkan
internasional. Banten juga memiliki sejumlah desa wisata yang tersebar
di segenap daerah tingkat dua (kabupaten/kota).

    "Sayangnya, potensi budaya dan kepariwisataan yang menarik di
Banten belum dipromosikan secara optimal sehingga belum dikenal meluas
ke mancanegara. Kalau potensi Bali kan sudah dikenal di luar negeri.
Itu akibat gencarnya promosi. Tetapi Banten belum. Nah, sekarang,
tugas sayalah untuk mempromosikan dan menjual potensi budaya dan
kepariwisataan Banten kepada investor," ujar Achmad Sari Alam.

    Menurut juru bicara Pemda Provinsi Banten, Ir Hj Eneng, agar
potensi kepariwisataan Banten bisa benar-benar jadi andalan dalam
kontribusi PAD (pendapatan asli daerah), saat ini Pemda Provinsi
Banten sudah membuka peluang usaha industri kepariwisataan yang
sebesar-besarnya kepada para investor.

    Industri kepariwisataan yang berpeluang menguntungkan dibangun di
daerah ini, beragam bentuknya, selain berupa hotel, restoran siap
saji, restoran masakan khas Banten, spa, sarana transportasi wisata,
taman wisata keluarga, juga pasar suvenir.

    "Hotel, spa, restoran, kolam renang dan sarana hiburan lainnya,
yang menunjang majunya industri kepariwisataan daerah ini, dibutuhkan
tidak saja di Kota Cilegon, Tangerang, Serang, dan Labuan, tetapi juga
di Merak dan beberapa tempat strategis lain, seperti di Pantai Carita
dan Anyer," ujar beberapa karyawan Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan
Provinsi Banten.

    Untuk melancarkan program investasi tersebut, Ir Hj Eneng juga
menegaskan bahwa atas petunjuk Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah,
semua pihak di Banten, terutama kalangan pejabat di instansi teknis,
harus siap membantu mulai dari pemilihan lokasi hingga pencarian
tenaga kerja.

    Koordinasi antarbidang meliputi Dinas Kepariwisataan dan
Kebudayaan, Dinas Ketenagakerjaan, dan Pemda Provinsi Banten juga
disebutkan beberapa beberapa pejabat di daerah ini sudah berjalan
baik.

    Sekarang ini saja, lanjut Hj Eneng, sekalipun belum dikelola
secara profesional, beberapa tempat wisata di Banten sudah mengarah
jadi mesin uang. Ambil contoh lokasi pemandian tradisional Cikoromoi
di Pandeglang dan objek wisata spiritual Kesultanan Banten di Banten
Lama yang setiap pekan dikunjungi ribuan wisatawa domestik dari
sekitar Jabotabek.

    Begitu juga pemandian Pantai Salira Indah yang bentuknya mirip
benar dengan Pantai Indah Ancol, Jakarta, menurut Achmad Sari Alam,
tiap liburan selalu dipadati pengunjung. Hal serupa juga bisa dilihat
di Pantai Anyer, Pantai Cinangka, Carita dan Bagedur. Bahkan pintu
gerbang kawasan hunian masyarakat Baduy di Ciboleger, Kabupaten Lebak,
belakangan ini kabarnya juga kewalahan melayani tamu.

    "Sayangnya, sehabis melancong ke objek wisata itu, pengunjung
sering bingung mau bawa suvenir apa ke rumah. Nah, itulah salah satu
peluang usaha yang bisa dilirik pengusaha. Kami menawarkan peluang
usaha itu kepada investor," lanjut Achmad Sari Alam.

(Ami Herman)
Rabu, 7 Februari 2007
CopyRight ©2000 Suara Karya Online
Technical Details
Message-ID: <1170881008.045786.94890@s48g2000cws.googlegroups.com>
Path: arc1-ca.pugleaf.net!g2news2.google.com!postnews.google.com!s48g2000cws.googlegroups.com!not-for-mail

Show Full Headers
Complete Article Headers
X-Google-Thread: 111597,b987ba29c010dcf9,start
X-Google-Thread: 115278,b987ba29c010dcf9,start
X-Google-Thread: 1100e6,b987ba29c010dcf9,start
X-Google-Thread: ff81f,b987ba29c010dcf9,start
X-Google-Thread: f4e1d,b987ba29c010dcf9,start
X-Google-Attributes: gid111597,gid115278,gid1100e6,gidff81f,gidf4e1d,public
X-Google-Language: INDONESIAN,ASCII
Path: arc1-ca.pugleaf.net!g2news2.google.com!postnews.google.com!s48g2000cws.googlegroups.com!not-for-mail
From: "Hangtuah Digital Library" <hdl@hangtuah.or.id>
Newsgroups: cu.indonesia,alt.soc.indonesia.mature,soc.culture.indonesia,alt.culture.indonesia,alt.sci.tech.indonesian
Subject: Tidak Sekadar Pantai Anyer dan Carita
Followup-To: cu.indonesia, alt.soc.indonesia.mature, soc.culture.indonesia, alt.culture.indonesia, alt.sci.tech.indonesian
Date: 7 Feb 2007 12:43:28 -0800
Organization: http://groups.google.com
Lines: 116
Message-ID: <1170881008.045786.94890@s48g2000cws.googlegroups.com>
NNTP-Posting-Host: 202.155.90.92
Mime-Version: 1.0
Content-Type: text/plain; charset="iso-8859-1"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
X-Trace: posting.google.com 1170881013 27166 127.0.0.1 (7 Feb 2007 20:43:33 GMT)
X-Complaints-To: groups-abuse@google.com
NNTP-Posting-Date: Wed, 7 Feb 2007 20:43:33 +0000 (UTC)
User-Agent: G2/1.0
X-HTTP-UserAgent: Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US; rv:1.8.0.9) Gecko/20061206 Firefox/1.5.0.9,gzip(gfe),gzip(gfe)
X-HTTP-Via: 1.1 proxy:3128 (squid/2.5.STABLE11)
Complaints-To: groups-abuse@google.com
Injection-Info: s48g2000cws.googlegroups.com; posting-host=202.155.90.92;
   posting-account=KTOidgwAAADVX--JTGhoPqIWuDY57wJk